Tentang Pembelotan Itu
Rosihan Anwar terkesiap membaca buku yang dipegangnya. Buku itu diperlihatkan oleh mantan Panglima Siliwangi, Kol Alex Kawilarang dalam sebuah pertemuan jauh setelah era revolusi. Yang membuat kaget adalah, buku yang ditulis penulis Belanda itu mengutip dokumen rahasia NEFIS (Intel Belanda) yang berisi nama-nama perwira TNI yang sempat membelot ke kubu NICA namun di era kemerdekaan masuk kembali sebagai sipil atau kembali ke militer Indonesia. Beberapa di antaranya bahkan meraih pangkat jenderal.
Saya tak tahu siapa yang tercantum dalam daftar tersebut, Rosihan tak menyebutkannya. Dan ini membuat saya setahun belakangan menjadi penasaran. Pelahan namun tidak secara sengaja, saya coba cari nama-nama tersebut. Ini saya lakukan, karena mencari buku aslinya juga susahnya bukan main. Saya tak tahu judul buku ataupun nama penulis buku tersebut. Jadilah pencarian dilakukan secara gerilya sambil lalu.
Dan sampai saat ini, saya baru menemukan dua nama. Satu orang adalah Kapten Sabur (kelak Brigjen ajudan Soekarno) – seperti termuat dalam buku biografi Sayidiman Suryohadiprojo. Dan satu lagi, Jenderal Mayor Didi Kartasasmita, seperti yang disinggung dalam buku Soe Hok Gie, Orang-orang di Persimpangan Kiri Jalan.
Saya nukilkan petikannya. … Juga Jenderal Mayor Didi Kartasasmita meninggalkan Republik Indonesia. Ia dijemput di Gombong dan menemui pembesar-pembesar KNIL di Jakarta, tempat ia dimintai keterangan-keterangan tentang TNI dan lain-lain yang penting. Lalu ia berdinas di Negara Pasundan.
Buku Gie sendiri yang sekaligus merupakan karya skripsi-nya ditulis pada periode 1966-1968. Entah darimana Hok Gie memperoleh sumbernya. Mungkin dari Dinas Sejarah TNI atau tutur lisan saksi sejarah yang lain. Tapi yang jelas, isinya jelas menyudutkan Didi Kartasasmita. Reputasinya sebagai salah satu pendiri TNI (Didi punya peran sangat besar pada proses pembentukan organisasi TKR) jadi tercoreng.
Didi sendiri tahu tuduhan terhadap dirinya itu jauh sebelum Gie menulis skripsi. Ceritanya, di tahun 1961, oleh atasannya Menteri Perguruan Tinggi, Iwa Kusuma Sumantri, ia diposkan mewakili Iwa untuk duduk sebagai anggota forum penasihat Penguasa Perang Tertinggi (Paperti). Namun ternyata penunjukkannya ditentang oleh Kastaf Paperti, Kolonel Basuki Rachmad. Salah satu alasannya, karena ia seusai Agresi Militer I 1947, pernah disersi dan bergabung ke Negara Pasundan.
Karuan Didi tak terima namanya tercemar. Seperti disebut dalam biografinya, Pengabdian Bagi Kemerdekaan, Didi menjelaskan detil peristiwa yang membuat ia seolah menyeberang. Menurut Didi, per 31 Juli 1948, ia bukan lagi anggota TNI menyusul diterimanya surat dari Presiden Soekarno tetang permintaan pengunduran dirinya dari TNI (Didi mundur karena tak tahan dengan tekanan pemerintah pusat dan juga sebagai protes terhadap penggusuran peran Letjen Oerip Sumihardjo dan melompatnya perwira KNIL Yunior dalam stuktur kepemimpinan TNI, melampaui senior-seniornya).
Masih menurut Didi, usai menerima surat itu, selama beberapa waktu ia berdiam di Purworejo. Saat dalam perjalanan ke Bandung mencari penghidupan sipil, ia ditangkap NICA di Purwokerto, 3 Oktober 1948 dan langsung dibawa ke Jakarta. Disana, Didi tidak bersenang-senang. Ia justru mendekam dalam sel selama 3 bulan sampai dibebaskan pada 10 Januari 1949. Dari situ, Didi pulang ke Bandung.
Tentang tuduhan bekerja di Negara Pasundan, Didi menyebutkan hal itu dilakukan karena terpaksa. Ia sama sekali tak punya pekerjaan gantungan membiayai keluarganya. Selain itu, dia pun ‘harus menerima’ pekerjaan sebagai abdi pemerintah karena jika tidak, ia akan selalu dicurigai sebagai mata-mata pihak Republik. Didi menggarisbawahi, ia menolak penempatan di Negara Pasundan sebagai Komandan Batalyon Milisi pro-NICA, dan memilih menjadi administratur di Departemen Kesehatan.
Demikianlah…..manakah yang sebetul-betulnya fakta, saya pikir ikut luruh dengan berakhirnya masa!
About this entry
You’re currently reading “Tentang Pembelotan Itu,” an entry on Anusapati.com
- Published:
- 02.14.09 / 3am
- Category:
- Artikel






19 Comments
Jump to comment form | comments rss [?] | trackback uri [?]