Siapa ke Pernikahan Kusman?
Bicara soal Gestok akan banyak sekali teori tentang siapa dalang pagebluk nasional tersebut. Salah satunya menunjuk pada sang tokoh pahlawan dalam babad berdarah, Mayjen Soeharto. Para penganut tarekat teori ini biasanya menyandarkan rumusnya pada kedekatan para aktor antagonis Gestok dengan Soeharto. Entah itu, Soeparjo, Latief atau Untung Samsuri (nama aslinya adalah Kusman).
Nah, kalau bicara soal tokoh yang terakhir ini, salah satu yang banyak digemborkan dalam artikel internet sejak jaman pra-online sekalipun yakni kedatangan Soeharto menghadiri pernikahan Untung di Kebumen pada tahun 1964. Momen ini digarisbawahi karena tak lazim jenderal bintang dua mau mengunjungi pesta kawin seorang mayor yang letaknya begitu jauh. Pasti ada apa-apanya …
Fakta kedatangan Soeharti ke Kebumen konon tertangkap pena wartawan. Koran Pikiran Rakyat Bandung konon lagi (karena saya juga tak pernah baca aslinya) pernah menuliskannya. Bahwa seorang mayor jenderal datang ke pernikahan Untung dengan mengendarai Jeep. (Bayangkan lho, Jakarta - Kebumen dengan kondisi jalan dan suasana tahun 1960-an). Cuplikan koran tersebutlah yang dipercayai banyak orang.
Tapi benarkah Soeharto memang datang ke Kebumen. Jika kita mau membuka Biografi Kemal Idris, Bertarung dalam Revolusi, ternyata jawabannya adalah TIDAK. Dalam sebuah catatan kecil, Kemal mengaku untuk pertama kalinya berkenalan dengan Untung ketika mendapat perintah menghadiri pernikahan Untung di Kebumen dari atasannya yakni Mayjen Soeharto.
Kemal saat itu baru masuk ke dalam Kostrad sebagai Pangkopur I dengan pangkat Brigadir Jenderal. Pangkopur II Kostrad adalah Brigjen Suparjo. Kemal didapuk menggantikan Mayjen Rukman yang menjadi Panglima Wilayah Indonesia Timur. (Baik Suparjo ataupun Rukman kemudian harus masuk sel karena dituding terlibat Gestok).
Kemal menjelaskan perkenalannya dengan Untung dengan amat minim. Hanya satu paragraf kecil. Dalam paragraf tersebut juga sama sekali tak disinggung soal rumor atau kalau mungkin ‘kesalahan’ berita yang menyebutkan bahwa Soeharto-lah yang datang ke Kebumen. Entah Kemal tahu rumor itu atau tidak.
Benarkah klaim Kemal Idris tersebut? Jangan-jangan ia ‘pasang badan.’ Hmmm? Itulah misterinya. Namun jika merujuk pada tahun penerbitan BiografI Kemal yang dirilis tahun 1997, kecil juga kemungkinan Kemal berbohong. Pasalnya, jaman itu cengkeraman Orde Baru masih kuat, sementara posisi Kemal tengah dimarginalkan oleh lingkaran Soeharto berhubung kedekatannya dengan oposan Petisi 50.
Tapi biarlah, walau toh mungkin bukan Soeharto yang datang ke pernikahan Untung di Kebumen, tak serta merta juga menggugurkan teori bahwa Soeharto kenal dekat dengan Untung Samsuri, dus lebih jauh juga menggugurkan teori Soeharto adalah dalang Gestok. Penganut teori ini tentu masih punya banyak amunisi cadangan.
Lagipula, walaupun tak hadir dalam pernikahan Untung, toh Soeharto ternyata masih menyempatkan diri menunjuk seorang jenderal bintang satu untuk mewakilinya. Tentu ini karena ia memandang Untung (yang saat ini masih mayor) adalah salah satu perwira yang ada dalam radar network-nya. Sama halnya, seperti Benny Moerdani yang dipantaunya sejak di KKAD.
About this entry
You’re currently reading “Siapa ke Pernikahan Kusman?,” an entry on Anusapati.com
- Published:
- 02.27.09 / 10am
- Category:
- Artikel






17 Comments
Jump to comment form | comments rss [?] | trackback uri [?]